Banyak orang mengira masalah keuangan keluarga disebabkan oleh "kurangnya penghasilan". Padahal, seringkali masalah utamanya adalah "kurangnya pengelolaan" dan "gaya hidup yang melebihi kemampuan".
Dalam Islam, mengelola keuangan adalah bagian dari amanah.
Mencari yang Halal: Pastikan sumber penghasilan berasal dari jalan yang diredhai Allah agar membawa keberkahan bagi istri dan anak.
Tidak Berlebih-lebihan (Israf): Belanjakan harta sesuai kebutuhan, bukan keinginan.
Zakat dan Sedekah: Yakini bahwa di dalam harta kita ada hak orang lain. Sedekah tidak mengurangi harta, justru membuka pintu rezeki.
Gunakan rumus 40-30-20-10 untuk menjaga keseimbangan neraca keuangan Anda:
40% Kebutuhan Operasional: Makan, listrik, pulsa, transportasi, dan kebutuhan dapur.
30% Cicilan/Kewajiban: Jika memiliki hutang atau cicilan produktif, pastikan tidak melebihi angka ini agar tidak sesak di akhir bulan.
20% Tabungan & Dana Darurat: Sangat penting untuk biaya persalinan, biaya sekolah anak di masa depan, atau biaya perbaikan rumah yang tak terduga.
10% Zakat, Infaq, & Sosial: Membersihkan harta dan membantu kerabat atau tetangga yang membutuhkan.
Sebelum membeli sesuatu, ajukan 3 pertanyaan ini pada diri sendiri:
Apakah saya butuh ini sekarang? (Penting & Mendesak)
Apakah ada anggaran untuk ini? (Disiplin Anggaran)
Apa dampaknya jika saya tidak membelinya? (Evaluasi Manfaat)
Konflik uang biasanya muncul karena kurangnya komunikasi. Tips untuk pasangan baru:
Terbuka Sejak Awal: Diskusikan berapa penghasilan suami dan apakah istri juga bekerja/memiliki penghasilan. Jangan ada yang disembunyikan.
Tentukan "Bendahara" Keluarga: Sepakati siapa yang lebih teliti mengelola uang harian. Biasanya istri, namun suami tetap harus memantau.
Catat Pengeluaran: Gunakan buku kecil atau aplikasi pengatur keuangan di HP agar terlihat ke mana perginya uang setiap bulan.
Hindari Hutang Konsumtif: Sebisa mungkin hindari meminjam uang (terutama pinjol atau kredit barang yang tidak perlu) hanya untuk gaya hidup atau pesta.
Di wilayah Nangapanda yang kaya akan potensi alam, pasangan muda bisa mulai berpikir untuk:
Investasi Hewan Ternak atau Kebun: Sebagai tabungan jangka panjang.
Emas: Tabungan yang tahan terhadap inflasi untuk pendidikan anak.
Asuransi Kesehatan (BPJS): Pastikan keluarga terdaftar agar saat sakit tidak mengganggu tabungan utama.
"Kaya bukanlah tentang seberapa banyak yang kita dapatkan, tapi seberapa sedikit kita merasa butuh. Kelola yang sedikit agar menjadi berkah, jaga yang banyak agar tidak menjadi musibah."
Bimwin adalah Investasi Terbaik untuk Masa Depan Rumah Tangga Anda.
Bimbingan Perkawinan (Bimwin) adalah program unggulan dari Kementerian Agama yang wajib diikuti oleh Calon Pengantin (Catin) sebagai bekal ilmu dan mental sebelum menikah.
Kesehatan Reproduksi: Edukasi tentang perencanaan kehamilan, kesehatan, dan stunting.
Manajemen Keuangan Keluarga: Tips mengelola penghasilan dan menghindari konflik ekonomi.
Komunikasi Efektif: Strategi mengatasi masalah dan konflik secara dewasa.
Keluarga dan Sosial Media: Etika dan batasan bermedia sosial dalam kehidupan rumah tangga.