Media sosial adalah pisau bermata dua. Ia bisa menjadi sarana silaturahmi dan ekonomi, namun bisa juga menjadi pintu masuk fitnah dan keretakan rumah tangga jika tidak dikelola dengan bijak.
Tidak semua hal dalam kehidupan pernikahan harus menjadi konsumsi publik.
Hindari "Curhat" Masalah Rumah Tangga: Mengunggah kekesalan pada pasangan di status WhatsApp atau Facebook hanya akan memperkeruh suasana dan membuka aib keluarga. Masalah rumah tangga diselesaikan di sajadah dan meja makan, bukan di beranda media sosial.
Menjaga Kehormatan Pasangan: Jangan mengunggah foto atau video pasangan dalam kondisi yang tidak pantas atau yang tidak ia sukai.
Media sosial seringkali hanya menampilkan "panggung depan" atau bagian indah dari hidup orang lain.
Berhenti Membandingkan: Jangan bandingkan dapur atau ekonomi rumah tangga Anda dengan foto liburan orang lain. Hal ini dapat memicu rasa tidak bersyukur dan menuntut pasangan di luar kemampuan.
Fokus pada Syukur: Gunakan media sosial untuk melihat inspirasi kebaikan, bukan untuk memupuk rasa iri hati.
Banyak kasus perselingkuhan (CLBK atau micro-cheating) bermula dari interaksi sepele di media sosial.
Batasan Tegas: Hindari berkirim pesan (DM/Inbox) yang bersifat pribadi atau terlalu akrab dengan lawan jenis tanpa keperluan yang mendesak.
Saling Terbuka: Idealnya, suami dan istri memiliki keterbukaan terhadap perangkat masing-masing. Bukan untuk saling mencurigai, tetapi sebagai bentuk rasa percaya dan tanggung jawab.
Jangan sampai kita menjadi pasangan yang "Dekat di Layar, Jauh di Mata".
Waktu Emas (Golden Time): Sepakati waktu bebas HP, misalnya:
Saat makan bersama.
Saat sedang mengobrol sebelum tidur.
Saat sedang quality time dengan anak.
Hadir Secara Utuh: Berikan perhatian penuh pada pasangan saat ia berbicara, bukan sambil menatap layar HP.
Saring Sebelum Sharing: Pastikan informasi yang disebarkan adalah benar (Tabayyun) agar tidak membawa fitnah bagi keluarga.
Gunakan untuk Hal Positif: Jadikan media sosial sebagai sarana belajar ilmu agama, tips mendidik anak, atau meningkatkan ekonomi keluarga (berjualan online).
"Jangan sampai jempolmu meruntuhkan rumah yang kamu bangun dengan akad yang suci. Jadikan media sosial sebagai pelengkap kebahagiaan, bukan pengganti kehadiran pasanganmu di dunia nyata."
Bimwin adalah Investasi Terbaik untuk Masa Depan Rumah Tangga Anda.
Bimbingan Perkawinan (Bimwin) adalah program unggulan dari Kementerian Agama yang wajib diikuti oleh Calon Pengantin (Catin) sebagai bekal ilmu dan mental sebelum menikah.
Kesehatan Reproduksi: Edukasi tentang perencanaan kehamilan, kesehatan, dan stunting.
Manajemen Keuangan Keluarga: Tips mengelola penghasilan dan menghindari konflik ekonomi.
Komunikasi Efektif: Strategi mengatasi masalah dan konflik secara dewasa.
Keluarga dan Sosial Media: Etika dan batasan bermedia sosial dalam kehidupan rumah tangga.