7 Bahasa Cinta dalam Islam: Panduan Keharmonisan Suami-Istri
Dalam Islam, konsep bahasa cinta selaras dengan perintah Allah SWT untuk mempergauli pasangan dengan cara yang baik (Mu’asyarah bil Ma’ruf). Berikut adalah 7 bahasa cinta dalam perspektif Islam yang dapat memperkuat ikatan pernikahan:
1. Kata-kata Penyejuk Hati (Qawlan Layyina)
Islam mengajarkan pasangan untuk saling memberikan pujian, apresiasi, dan kata-kata lembut. Rasulullah SAW mencontohkan hal ini dengan memanggil Aisyah RA dengan panggilan sayang "Humaira" (yang kemerah-merahan pipinya).
Praktik: Mengucapkan terima kasih atas bantuan pasangan dan memberikan pujian yang tulus.
2. Memberi Hadiah (Al-Hadiyyah)
Rasulullah SAW bersabda: "Saling memberilah hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai" (HR. Bukhari). Hadiah tidak harus mewah; nilainya terletak pada perhatian dan niat untuk membahagiakan pasangan.
Praktik: Memberikan kejutan kecil berupa makanan kesukaan atau barang yang sedang dibutuhkan.
3. Pelayanan yang Tulus (Khidmah)
Membantu beban pasangan adalah bentuk cinta yang nyata. Rasulullah SAW dikenal sangat ringan tangan dalam membantu pekerjaan rumah tangga. Melayani pasangan dengan ikhlas adalah salah satu pintu pahala.
Praktik: Suami membantu membersihkan rumah dan istri menyiapkan kebutuhan suami dengan penuh kerelaan.
4. Waktu Berkualitas (Khalwah)
Menyisihkan waktu khusus untuk berbicara, bercanda, atau sekadar berjalan-jalan berdua sangat penting untuk menjaga kedekatan emosional. Rasulullah SAW sering mengajak istri beliau berbincang santai sebelum beristirahat.
Praktik: Mematikan ponsel saat makan bersama dan mendengarkan keluh kesah pasangan tanpa interupsi.
5. Sentuhan Fisik yang Halal (Mula'abah)
Sentuhan fisik seperti bergandengan tangan, memeluk, atau mencium kening adalah sedekah yang mendatangkan pahala dan ketenangan jiwa (Sakinah).
Praktik: Berpamitan dengan mencium tangan atau kening sebelum bekerja.
6. Menjaga Rahasia dan Kehormatan (Hifzhul Ghaib)
Cinta dalam Islam berarti menjadi "pakaian" bagi satu sama lain (QS. Al-Baqarah: 187). Suami-istri wajib melindungi aib pasangan dan menjaga martabat rumah tangga di depan orang lain.
Praktik: Tidak mengeluhkan kekurangan pasangan di media sosial atau kepada orang lain.
7. Saling Mendoakan dalam Sujud (Ad-Du'a)
Bahasa cinta tertinggi adalah menyebut nama pasangan dalam doa. Mendoakan pasangan tanpa sepengetahuannya adalah bukti cinta yang paling tulus karena melibatkan Allah dalam hubungan tersebut.
Praktik: Menyelipkan doa khusus untuk kesehatan dan keberkahan pasangan di setiap akhir salat.
Tips Tambahan:
Untuk panduan resmi mengenai manajemen rumah tangga, Anda dapat merujuk pada materi dari Bimbingan Perkawinan Kemenag RI atau membaca artikel edukasi di NU Online - Keluarga.